Apakah Covert Hypnosis Itu?
Covert artinya terselubung, tidak terdeteksi, tersamar. Alasan kita menggunakan Covert Hypnosis adalah karena kita secara efektif dapat berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar orang lain tanpa mereka sadari. Jadi orang ini tidak tahu ia sedang masuk trance ringan. Bahkan boleh jadi ia tidak terlihat berada dalam keadaan trance seperti yang dipahami orang dalam Conventional Hypnosis (overt hypnosis), bahkan ia dalam kondisi sangat sadar.
Artinya dalam kondisi bercakap kita bisa lakukan suatu “trance-work” tanpa orang itu sadar dirinya sudah masuk trance, bahkan tanpa ia sadari bahwa kita sedang “work something” padanya. Dalam covert hypnosis semua ‘pekerjaan’ dilakukan secara cerdik dengan menggunakan pola kata-kata yang sangat tersamar, indirect, tidak terdeteksi, bahkan tidak disangka-sangka oleh pendengarnya.
Anda pasti sudah tahu, banyak orang diluar sana, mencampurkan pengertian Conversational Hypnosis dengan Covert Hypnosis, padahal sebenarnya berbeda. Conversational hypnosis adalah hypnosis percakapan yakni menggunakan skill hypnosis dalam format bercakap-cakap dimana subjek juga bisa saja menyadari atau tidak menyadari bahwa dirinya dihipnosis. Artinya suatu conversational hypnosis bisa saja covert atau overt. Sudah banyak yang tahu bahwa Milton H. Erickson, melakukan ke dua jenis hypnosis ini.
Mengapa orang bisa dipicu trance-nya tanpa harus melalui induksi formal, karena orang setiap hari memang sudah masuk trance secara alamiah. Misal saat Anda nonton TV / bioskop, melamun, membaca buku dan terhanyut, atau saat menyetir mobil dan merasa heran kok tiba-tiba sudah sampai tujuan tanpa teringat proses perjalanan.
Menurut Milton Erickson, bawah sadar seorang manusia senantiasa menyimak / mendengarkan, khususnya jika pikiran sadar sedang bingung, overload atau fokus pada hal lainnya. Misal, pada saat pikiran sadar sedang fokus membaca isi suatu cerita (metafor), maka bawah sadar mampu mengenali berbagai hal lain seperti perubahan bentuk huruf, tanda bold, italic, dan lainnya.
Ada tiga formula umum dalam melakukan Covert Hypnosis, yang disebut ABS:
- A : Attention Grabbing
- B : By Pass The Critical Factor
- S : Stimulate Unconscious
Sekali Anda piawai mendapatkan suatau perhatian penuh (attention), maka Anda tinggal mengarahkan pembicaraan untuk membypass Critical Factor. Cara konvensional akan menggunakan induksi untuk melakukan proses bypass ini.
Saat Anda tertembus Critical Factor-nya, salah satu tandanya adalah rasa terserap dalam suatu percakapan secara sepenuhnya, sehingga semacam “kehilangan kesadaran waktu beberapa saat”. Dalam kondisi ini mudah sekali sumberdaya dalam unconscious diakses dan distimulasi untuk suatu perubahan. Misal untuk proses terapi, perubahan suasana hati dan emosi, untuk mempengaruhi keputusan, dan lain-lain. Disinilah, orang seringkali seseorang mengalami persetujuan secara mental, tanpa mereka ketahui bahwa dirinya sudah setuju.
Nah, proses ini harus disembunyikan dalam suatu kondisi seperti percakapan biasa. Artinya menggunakan kata-kata yang amat normal sehari-hari, bahkan termasuk penggunaan slank dan sebagainya. Selain itu, semua berntuk perintah dan stimulasipun di-elicit secara indirect sehingga benar-benar tidak disadari.
Ada banyak kondisi dimana Anda perlu mempengaruhi orang lain, mungkin untuk tujuan Anda maupun untuk kebaikan orang itu. Beberapa orang ingin bisa mempengaruhi anaknya yang senantiasa membantah kalau dinasehati. Beberapa orang lainnya ingin menggunakan untuk mempengaruhi massa kampanye mereka. Ada pula yang ingin dipakai untuk berjualan, meyakinkan atasannya agar naik gaji/promosi, atau dalam aktivitas MLM. Saya penasaran, Anda mau menggunakan untuk apa lagi?

D5 Creation
Comments are Closed